Dominasi Perempuan di Bilik Suara: Penggerak Utama Demokrasi di Kabupaten Bima

Oleh :  Ady Supriadin (Ketua KPU Kabupaten Bima)

Pesta demokrasi Pemilihan Serentak 2024 di Kabupaten Bima telah usai, namun data yang tertinggal menyisakan cerita menarik tentang siapa sebenarnya yang memegang kendali di bilik suara. Jika selama ini politik identik dengan dunia laki-laki, data terbaru justru menunjukkan fakta sebaliknya: perempuan adalah penggerak utama demokrasi di Dana Mbojo.

Secara umum, partisipasi masyarakat di Kabupaten Bima tergolong sangat tinggi, mencapai angka 79,33% baik untuk Pemilihan Gubernur maupun Bupati,. Namun, jika kita membedah angka tersebut lebih dalam, akan terlihat sebuah pola dominasi yang konsisten dari pemilih perempuan.

Bukan Sekadar Angka, Tapi Bukti Nyata

Dari total 377.655 pemilih yang terdaftar dalam DPT, pemilih perempuan berjumlah 192.354 orang, lebih banyak dibandingkan laki-laki yang berjumlah 185.301 orang. Menariknya, antusiasme perempuan tidak hanya besar di atas kertas. Realitanya, sebanyak 155.447 perempuan hadir memberikan suara di TPS, sedangkan laki-laki hanya mencapai 143.684 orang,.

Secara persentase, tingkat partisipasi perempuan di Kabupaten Bima menyentuh angka 80,92%, unggul jauh dibandingkan tingkat partisipasi laki-laki yang berada di angka 77,68%. Selisih lebih dari 3% ini menegaskan bahwa perempuan memiliki kesadaran politik yang lebih tinggi dan lebih berkomitmen untuk menggunakan hak pilihnya demi masa depan daerah.

Ketangguhan Perempuan di Segala Lini

Dominasi ini semakin terlihat jelas jika kita melihat data pemilih disabilitas. Di kategori ini pun, perempuan kembali menunjukkan taringnya. Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, tingkat partisipasi perempuan disabilitas mencapai 70,34%, sementara laki-laki hanya 64,18%.

Pola yang sama terulang pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Meskipun secara keseluruhan partisipasi disabilitas sedikit menurun, perempuan tetap memimpin dengan angka 65,24%, jauh melampaui laki-laki yang hanya mencapai 57,90%. Data ini menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang bagi perempuan Bima untuk berpartisipasi aktif dalam menentukan pemimpin mereka.

Analisis: Mengapa Ini Penting?

Tingginya partisipasi perempuan ini bukan sekadar statistik untuk laporan di atas meja. Ini adalah sinyal tegas bahwa suara perempuan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dengan jumlah suara sah yang mencapai 292.151 untuk Gubernur dan 296.132 untuk Bupati, peran perempuan dalam memastikan legitimasi pemimpin terpilih sangatlah krusial,.

Dominasi perempuan di bilik suara menunjukkan bahwa mereka adalah segmen pemilih yang paling loyal dan sadar akan pentingnya proses demokrasi. Mereka bukan hanya pelengkap, melainkan pilar utama yang menjaga angka partisipasi di Kabupaten Bima tetap tinggi di atas rata-rata nasional.

Kesimpulannya, jika ingin melihat wajah demokrasi yang hidup dan berenergi di Kabupaten Bima, lihatlah barisan perempuan di depan TPS. Data telah berbicara: di tangan perempuanlah, denyut nadi demokrasi Dana Mbojo berdetak paling kencang.

 

 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 32 Kali.